Pernah kita melihat tanah dan tanaman? Jawabnya pasti sering. Tapi, pernahkah kita belajar dari mereka? Kalau anda menjawab ya, saya tahu anda sedang berbohong.
Mari, kita belajar sedikit dari kedua unsur ini.
Tanaman ada berbagai macam, saya ambil contoh salah satunya tanaman ketela (baca: singkong) dan jagung. Kedua tanaman ini memang sama-sama tanaman, tapi berasal dari bibit yang berbeda. Jagung berasal dari bibit jagung, ketela berasal dari bibit ketela. Walaupun kedua tanaman ini ditanam secara berdampingan, mereka tidak pernah menghasilkan sesuatu yang sama. Tanaman ketela ya menghasilkan ketela alias singkong, begitu juga tanaman jagung hanya menghasilkan jagung. Setahu saya, saya belum pernah mendengar tanaman jagung menghasilkan ketela. Begitu juga sebaliknya.
Kesimpulan yang didapat dari kasus ini adalah, mereka tidak pernah mencoba menghasikan sesuatu yang sama dengan tanaman lain walaupun hidup berdampingan dalam satu ladang. Mereka tetap jadi diri sendiri, dan tetap fokus pada manfaat dari hasil jenisnya sendiri. Karena pada hakikatnya, kedua tanaman ini fungsinya tetap sama, sama-sama mengenyangkan perut manusia walaupun dengan rasa yang berbeda.
Lantas, kenapa seringkali manusia ingin (baca: memaksakan) menghasilkan sesuatu yang sama dengan orang lain, walaupun latar belakang, pekerjaan dan skill yang dimiliki tiap-tiap individu berbeda juga?
Sepertinya kita harus lebih sering belajar dari tanaman.
----------------------------------------------
Ditulis berdasarkan hasil pembicaraan dengan Seorang Pengusaha Meubel.
----------------------------------------------
Sumber gambar: obatpertanian.com
Edited by: @pelucida
No comments:
Post a Comment