"Antal mautu, qablal maut". Arti dari dalil ini adalah "Harus bisa mati, sebelum mati".
Cukup lama bagi saya untuk memahami makna dari "Harus bisa mati, sebelum mati" ini. Pikiran saya mengatakan, bagaimana mungkin orang hidup bisa mati, sebelum mati. Sampai akhirnya saya temukan jawaban dari dalil ini, setelah saya melakukan shaum.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa. Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa". (Q.S.Al-Baqarah:183)
Dari pengertian shaum diatas, bila dihubungkan dengan dalil "Harus bisa mati sebelum mati". Maka shaum dengan dalil ini saling terhubung.
Makna dari shaum sendiri adalah, menahan diri dari makan dan minum. Menahan diri dari hawa nafsu, diantaranya, nafsu amarah atau emosi, nafsu untuk berhubungan badan dan segala hal yang membatalkannya.
Bila dihubungkan makna shaum dengan dalil "Harus bisa mati sebelum mati", maka terhubunglah shaum dengan dalil ini.
Coba kita pikirkan, bukankah orang mati tidak perlu makan dan minum? Bukankah orang mati tidak pernah marah atau emosi? Bukankah orang mati tidak perlu berhubungan badan?
Jadi arti dari "Mati sebelum mati" itu sendiri adalah mematikan nafsu-nafsu yang berada dalam diri kita, dengan cara mematikan jasad kita sementara waktu. Yaitu dengan menahan makan dan minum, diikuti dengan menahan hawa nafsu yang dimiliki, sampai batas waktu yang ditentukan sesuai dengan syariat islam.
Setelah kita mampu untuk mematikan semua hawa nafsu yang kita miliki dengan mematikan diri melalui shaum (puasa), maka kita akan menjadi orang yang bertakwa.
Sehingga maksud dan tujuan dari shaum itu sendiri tercapai oleh orang yang menjalankannya, sesuai dengan seruan Allah dalam Al-Baqarah : 183 supaya orang beriman mampu menjadi orang bertakwa.
Apakah orang bertakwa itu? Kita bisa lihat di Al-Quran, surat Ali imran: 133-134:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".
Semoga shaum kita di bulan Ramadhan ini, membuat kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sehingga kita mampu naik tingkat, dari orang beriman menjadi orang bertakwa.
------------------------------------------------------------------------------------
Sumber tulisan :
1. http://m.republika.co.id/berita/ramadhan/shaum-ala-rasulullah-saw/12/07/29/m7w2ro-inilah-tujuan-dan-keutamaan-puasa
2. https://sabilulilmi.wordpress.com/2011/07/27/shaum-pengertian-dan-hikmahnya/
Sumber gambar:
https://www.tumblr.com/tagged/ramadhan
No comments:
Post a Comment