Thursday, 31 December 2015

Matahari telah Terbit dari Barat

Judul diatas merupakan salah satu dari tanda-tanda kiamat kubro (besar). Namun, untuk memahami perihal ini perlu diuji kebenarannya melalui 4 hal, yaitu:
-. Benar menurut umum.
-. Benat menurut ilmiah.
-. Benar menurut Allah (Mutlak/absolut/Dogmatis).
-. Benar menurut falsafah/filsafat.

Benar menurut umum seringkali bertolak belakang dengan benar menurut ilmiah. Benar menurut umum atau seperti yang dikatakan banyak orang, menyebutkan bahwa matahari terbit dari timur.

Benar menurut umum dibenarkan  secara dogmatis/agama melalui firman Tuhan:

"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur)". (Q.S. Al-Kahf:90)

Pernyataan umum yang menyebutkan bahwa matahari terbit dari timur dibantah oleh pernyataan ilmiah, yang menyatakan bahwa, matahari tidak bergerak (diam), melainkan bumi yang berputar.

"Dan matahari berjalan ditempat peredarannya". (Q.S Yasin:38)

Dari ayat diatas dikatakan bahwa, matahari "berjalan ditempat" peredarannya, yang hakikatnya seperti tentara yang melaksanakan baris berbaris dan diperintahkan oleh atasannya untuk berjalan ditempat.

Jadi pernyataan umum dan ilmiah, walaupun bertolak belakang. Dibenarkan keduanya oleh firman Tuhan dalam Al-Quran. Sehingga tidak ada keraguan bagi kedua pernyataan ini karena telah jelas dijelaskan dalam wahyu.

Menurut ilmiah, munculnya peradaban itu dari timur, bukan dari barat. Ilmiah juga menyatakan bahwa matahari adalah tanda adanya kehidupan, karena tanpa cahaya matahari, kehidupan tidak akan ada. Tanaman tidak akan bisa berfotosintesis dan berkembang, sehingga manusia tidak akan bisa bercocok tanam.

"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al-An'aam:96)

"Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat". (Q.S. An-Naba' : 13-16)

Sekali lagi pernyataan menurut ilmiah dibenarkan kembali melalui wahyu. Sehingga tidak ada keraguan sedikitpun bagi manusia, untuk meragukan wahyu atau firman Tuhan yang disampaikan melalui Nabi atau Rasul.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kembali lagi ke judul "Matahari telah Terbit dari Barat", yang bertolak belakang dengan pernyataan umum dan dogma (agama) yang menyatakan bahwa matahari terbit dari timur.

Untuk menggali pernyataan ini diperlukan ilmu filsafat, Aristoteles (384 – 322 SM) menyatakan : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

Sementara Notonegoro menyatakan : Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah, yang disebut hakekat.

Secara umum, pernyataan matahari terbit dari timur benar, dan didukung oleh dogma/wahyu. Tapi secara falsafah, sekarang matahari telah terbit dari barat.

Sekarang kita telaah pernyataan "Matahari terbit dari barat" dengan  menggunakan ilmu filsafat/falsafah, menggabungkan ketiga unsur umum, ilmiah dan dogma/agama. 

Umumnya/normalnya matahari terbit dari timur, ilmiahnya matahari sebagai tanda kehidupan. Menurut agama, tanda kiamat akan terjadi, adalah ketika matahari terbit dari barat.

Gabungkan ketiga unsur itu maka kita akan mendapatkan falsafah yang menyatakan: "kehidupan (matahari) sekarang telah terbit (muncul) dari arah barat.

Dari pernyataan diatas, maka kita dapat menjelaskan lebih jauh lagi, mengenai kehidupan sekarang yang telah bersumber dari arah barat.

Mulai dari pakaian, kita lihat fashion (cara berpakaian) orang timur sekarang lebih ke-barat-baratan. Banyak kita lihat wanita timur sekarang berbusana ketat, atau mengenakan pakaian tapi seperti telanjang, sesuai dengan hadits nabi.

Dari makanan, manusia timur (baca: kita) sekarang lebih menggemari makanan ala barat. Contoh: Hamburger, Nugget, Fried Chicken, kebab dsb. Padahal menurut penelitian, makanan tsb lebih mengandung banyak lemak dan membahayakan kesehatan.

Bangsa kita sekarang seakan mulai lupa dengan makanan tradisional seperti singkong goreng/rebus, lalaban, pencok leunca, dsb. Dan bila dikaji secara ilmiah, makanan tradisional kita lebih sehat karena tidak mengandung kadar minyak/lemak berlebih.

Dari budaya pun, kita sekarang cenderung lebih menyukai budaya barat. Mulai dari pakaian, kesenian, sampai tontonan pun sekarang sudah mulai berkurang adat budaya ketimuran kita.

Bahkan dalam dunia politik-pun kita sudah kehilangan (kalau tidak mau dikatakan menghilangkan) sistem politik warisan nenek moyang kita, yaitu pancasilais, agamis dan musyawarah mufakat. Sekarang, sistem politik negeri dari timur ini diganti dengan sistem politik demokrasi (baca: liberal), yang notabene hasil duplikasi sistem politik dunia barat.

Sistem ekonomi negeri dari timur ini-pun terbawa arus menjadi sistem ekonomi kapitalis. Harga komoditi tergantung dollar, pasar bebas, dsb. Akibatnya yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Banyak manusia timur sekarang terjebak dalam hedonisme, lebih senang pamer materi daripada silaturahmi. Tegur, senyum, sapa serta salam diantara manusia timur sekarang sudah mulai berkurang (baca: jarang).

Padahal, orang timur seperti bangsa kita terkenal dengan keramahannya, kebaikannya, dan gotong royongnya. Kalau dulu dengan keramahan dan kebaikannya bangsa kita, kita dijajah secara fisik dan keilmuan. Kalau di era sekarang kita dijajah secara adat, budaya, dan kejiwaan.

Manusia timur sekarang lebih menyukai adat dan budaya barat. Kalau-pun ada orang yang masih tradisional, dengan serta merta dikatakannya "dusun" atau "kampungan", padahal orang seperti itu yang masih menjunjung tinggi warisan nenek moyangnya. Bisa dikatakan, kita telah kehilangan jati diri bangsa sendiri.

Persatuan dan kesatuan hanya sekedar slogan. Karena kenyataannya, kita tercerai-berai. Sekalipun kita bersatu, itu juga kalau ada pemilu. Itu-pun blok-blokan dan dibumbui dengan saling ejek dan saling menjelekkan satu sama lain.

Pada hakikatnya, salah satu tanda kiamat yang menyatakan matahari (baca: kehidupan) terbit dari barat, kenyataannya telah terjadi pada era sekarang ini. Hanya kita sebagai manusia, kurang mampu berpikir dan memahami tentang kehidupan saat ini, karena disibukkan dengan mengejar materi. 

Padahal yang mampu membaca salah satu tanda akhir zaman adalah dengan menggunakan hati nurani dan akal pikiran, yang ilmunya hanya kita dapat sekali-sekali, ataupun kita dapat dari kitab suci yang hanya kita baca kalau sempat saja.

Padahal Allah menurunkan Al-Qur'an untuk manusia, dan memberikan perumpamaan supaya manusia berfikir.

"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir". (Q.S Al-'Ashr : 21)

Dari tulisan dan kutipan ayat diatas, bisa ditarik kesimpulan. Kita selaku manusia, harus bisa membaca dan berpikir mengenai perumpamaan ataupun ancaman yang telah Allah buat, baik melalui firman-Nya, ataupun yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul-Nya.

Wallahu'alam bis shawab

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber tulisan:

1. Wayang Golek lakon: Dewi Nila Ningrum. Dalang: Asep Sunandar Sunarya.

2. http://manusiapinggiran.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-filsafat-ilmu-dan-filsafat.html?m=1

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber photo:

1. blog.djarumbeasiswaplus.org

2 comments:

  1. Wah telaah yang cukup dalam sebuah kalimat "Matahari Terbit dari Barat".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tq mbak. Itu juga saya dapat referensinya dari kesenian wayang golek. Banyak filsafat-filsafatnyaa yg ternyata relevan dgn kehidupan di masa sekarang.

      Delete