Monday, 2 February 2015

Keistimewaan Bacaan Shalat

Shalat sebagai ritual setiap hari lima waktu lima kali wajib dikerjakan bagi seorang muslim yang telah baligh. Di dalam bacaan shalat terdapat "bacaan" yang sangat indah dan mempunyai kekuatan dari tiap bacaan, bagi siapa yang shalatnya khusyu’ maka dapat merubah kejiwaan dan perilaku manusia. Berikut ini sugesti-sugesti yang terdapat dalam bacaan shalat:
A. Sugesti Niat Shalat
Setiap akan mengerjakan shalat harus membaca niat, para ulama’ berbeda pendapat niat shalat itu diucapkan atau di dalam hati. Mayoritas ummat Islam Indonesia bermadzhab Syafi’i meyakini niat shalat harus diucapkan. Mengapa harus membaca niat? Niat dalam shalat adalah sugesti pada diri sendiri agar pikiran, gerakan dan hati memahami dan menyadari bahwa akan/sedang mengerjakan shalat. Niat dalam dunia reiki disebut dengan afirmasi, segala sesuatu ketika menyalurkan enerji tanpa afirmasi, maka enerjinya lemah. Begitu juga dalam shalat jika seseorang berniat mengerjakan shalat baik diucapkan atau dalam hati, maka enerjinya langsung menyambung ke enerji sang pencipta Allah Swt.
Sistem ini berlangsung selama seseorang melakukan shalat, cahaya ilahi menyambung kepala orang yang sedang shalat. Sebagaimana HP yang sedang dicash agar baterainya kuat dan tahan lama. Cahaya yang masuk ketika shalat adalah vitamin bagi jiwa dan tubuh manusia.
B. Sugesti Bacaan Takbir
Shalat diawali dengan bacaan takbir :
اَللهُ اَكْبَرُ,
adapun esensi Takbiratul Ihram adalah:
1. Ikrar yang tulus bahwa hanya Allah yang Maha Agung/Besar. Apapun selain Dia semuanya kecil dan harus dibuat kecil.
2. Meninggalkan untuk beberapa saat segala bentuk kesibukan dunia, hanya untuk beraudiensi dengan Allah Yang Maha Besar.
3. Takbir pertama dalam Shalat adalah kunci kode memasuki “ Kawasan Khusus”, yakni kawasan ekslusif di hadapan Allah langsung tanpa perantara.
Sedangkan makna dibalik ucapan “Allahu Akbar” yang mengawali sahnya shalat seseorang yang berarti “Allah Maha Besar” bila direnungkan dengan penuh kesadaran, sesungguhnya mengandung hikmah suatu penghambaan mutlak hanya kepada-Nya. Dialah yang Maha Besar, kita, manusia adalah kecil. Apapun yang terjadi pada diri kita ini sesungguhnya atas izin dan kehendak-Nya. Kita adalah kecil karena kita tidak memiliki kekuasaan maupun kekayaan apapun dibanding Dia. Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu yang kita miliki tidak ada artinya dengan apa yang dimiliki-Nya. Semua yang ada pada kita sesungguhnya hanya titipan-Nya yang pada saatnya nanti harus dikembalikan dan dipertanggung-jawabkan.
Bahkan kitapun tidak memiliki kuasa untuk menolak ketika Ia memanggil kita untuk kembali kepada-Nya dimanapun dan dalam keadaan apapun kita berada. Maka dengan demikian sungguh hanya kepada-Nya kita patut menyembah, memohon bantuan dan berserah diri atas ketetapan-Nya.
Bacaan Allahu-Akbar ini terus kita ulang-ulang paling tidak 5 kali dalam satu rakaat atau berarti minimal 85 kali dalam sehari. Bacaan ini dibaca setiap kali kita merubah gerakan. Hal ini memberi makna bahwa dalam keadaan apapun seperti berdiri, duduk, berbaring, sujud maupun ruku’, ketika kita dalam keadaan susah maupun senang, sakit maupun sehat kita harus senantiasa mengingat kebesaran-Nya.
C. Sugesti Do’a Iftitah
كَبِيْرًا وَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً , اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاواتِ وَاْلاَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّ مَا َنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى
وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ال عَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya: Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang. Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
Esensi Do’a Iftitah (kabiro wal hamdulillah katsiro…) mempunyai pesan sugesti kedalam jiwa:
1. Mengagungkan dan memuji Allah serta bertasbih (menyucikan-Nya dari segala sifat kekurangan).
2. Berikrar menghadapkan jiwa, raga, pikiran dan perasaan dengan sungguh-sungguh dan tulus kepada Allah pencipta langit dan bumi secara konsisten, pasrah dan pantang menyekutu kanNya.
3. Berikrar bahwa shalat, ibadah, hidup dan mati hanya karena Allah dan untuk mencari ridho Allah, Tuhan alam semesta, serta hanya mengikuti tuntunan-Nya.
4. Berikrar bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya untuk itu diperintah, dan kita ini adalah hambaNya yang pasrah dan berserah diri.
D. Sugesti Surat Al Fatihah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاالضَّالِّينَ
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Esensi Membaca al-Fatihah
1. Al-Fatihah merupakan miniatur Al-Qur’an dan do’a yang lengkap yang mencakup aqidah, syari’ah dan akhlak.
2. Surat tersebut mengajarkan bagaimana memuji Allah, meng-esakan-Nya sebagai satu-satunya Tuhan Yang Haq, Pencipta dan Pemelihara alam Maha Pemurah dan Maha Pengasih, Raja dan Penguasa hari pembalasan (kiamat).
3. Berikrar untuk hanya menyembah Allah semata dan hanya kepada-Nya memohon pertolongan.
4. Mohon dibimbing kejalan kebahagiaan yang haqiqi, jalannya para Nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan para shalihin.
5. Mohon dijauhkan dari jalan kesesatan dan penuh murka, yaitu jalannya orang-orang yang sesat.
Dalam bacaan Al-Fatihah ada do’a yang kita ucapkan minimal 17 kali sehari semalam….Ihdina shiroothol mustaqiim. Shirootholladziina amta alaihim. Ghoiril maghduubi alaihim waladholliin….(Tunjukan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang yang sesat dan bukan pula jalan orang yang Engkau murkai.).
Jika do’a ini dibaca dengan sungguh sunguh dan penuh keyakinan pasti Allah mengabulkannya. Apa lagi do’a ini dibaca 17 kali sehari semalam dan Allah tidak pernah menlak do’a orang yang dilakukan dengan sungguh sungguh.
Dengan berkah do’a ini seseorang dijamin selalu mendapat hidayah dan petunjuk dalam bertindak dan mengambil keputusan. Dia tidak akan keliru dalam mengambil keputusan. Dijamin ia akan meraih kejayaan demi kejayaan serta kemenangan demi kemenangan dalam hidupnya. Ia akan dijaga oleh Allah dari mengambil keputusan yang keliru dan boleh menghancurkan karier, profesionnya atau perniagaannya .
E. Sugesti Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَ بِحَمْدِهِ × 3
Artinya: Mahasuci Allah Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya. 3x
Esensi Bacaan Ruku’:
Kandungan makna Kita menyucikan Allah (sebagai Tuhan kita yang Dzat dan sifat-Nya lebih agung daripada segala sesuatu) dari segala kekurangan pada sifatsifat yang menunjukkan kesempurnaan (seperti sifat Maha Mengetahui dan Maha hidup), dari sifat-sifat yang menunjukkan kekurangsempurnaan (seperti sifat tidak mampu dan dzalim) dan dari adanya keserupaan dengan makhluq. Dan memuji-Nya, mensifati-Nya dengan sifat-sifat sempurna disertai perasaan cinta dan ta’dzim (pengagungan). Ruku’ melambangkan hormat dan mengagungkan Dzat Yang Maha Kuasa serta mengingatkan kelemahan dan ketidak berdayaan diri kita.
Di samping itu makna yang tersurat adalah agar manusia harus bisa mensucikan dirinya dari perbuatan dosa dan nista, sehingga bisa nantinya sampai menuju Allah. Karena hanya orang-orang yang sucilah yang mencapai tahapan spritual yang tinggi.
F. Sugesti I’tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu
Esensi bacaan I’tidal:
1. Ikrar bahwa Allah Maha Mendengar akan segala
2. pujian Hamba-Nya, serta do’a dan munajatnya.
3. Menyeru Allah dan memuji-Nya sebanyak banyaknya.
Dengan banyak memuji Allah manusia menjadi makhluk yang selalu bersyukur, ketimbang menjadi manusia yang slalu banyak mengeluh.
G. Sugesti Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَ بِحَمْدِهِ × 3
Artinya: Maha Suci Allah, serta memujilah aku kepada-Nya.3x
Esensi Doa Sujud:
1. agar manusia selalu mensucikan diri dari perbuatan dosa dan hina, sehingga menjadi manusia yang suci sebagaimana sifat Allah Yang Maha Suci.
2. Dengan banyak selalu memuji pada Allah, manusia menjadi makhluk yang tidak pernah kekurangan. Sehingga sifat percaya diri,optimis mental yang kuat akan terbentuk.
H. Sugesti Doa Duduk Antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْلِى وَ ارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Artinya : Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
Esensi Bacaan Duduk di antara Dua Sujud:
1. Menjadi manusia yang suka mengampuni orang lain.
2. Suka berbelas kasih sesama makhluk
3. Mempunyai jiwa dan keyakinan bahwa dalam hidup ini Allah akan memberi rizki, kesehatan dan derajat yang tinggi.
I. Sugesti Bacaan Tasyahud awal & Akhir
التَّحِيَاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ . السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ . اللَّهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . فِى الْعَا لَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .
Artinya: Ya Allah, segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya milik-Mu ya Allah,- Wahai Nabi selamat sejahatera semoga tercurah kepada Engkau wahai Nabi Muhammad, – semoga juga Rahmat Allah dan Berkah-Nya pun tercurah kepadamu wahai Nabii,- Semoga salam sejahtera tercurah kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang sholeh. – Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. – Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad dan limpahkan juga shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad. sebagaimana Engkau telah limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim, dan berkatilah Ya Allah Nabi Muhammad dan berkatilah juga keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Esensi Bacaan Tahiyyat (Awal dan Akhir):
1. Pengakuan bahwa kehormatan yang penuh berkah dan kesejahteraan yang sempurna hanya milik Allah SWT.
2. Menghadirkan Nabi untuk menyampaikan do’a keselamatan, rahmat dan barokah untuk beliau.
3. Menghadirkan umat dan semua hamba Allah yang shaleh agar mendapatkan keselamatan.
J. Sugesti Salam
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.
Kandungan Makna Salam ini ditujukan kepada orang-orang yang shalat bersama kita maupun orang yang tidak shalat dengannya. Islam sebagai agama Rahmat bagi alam semesta, maka begitu juga orang islam juga harus bisa memberikan rahmat (welas asih) kepada sekitarnya.
Maksud menoleh ke kanan dan ke kiri ketika salam, adalah agar kita bisa beruat kebaikan, welas asih, kepada seluruh makhluk yang ada di dunia. Bacaan salam “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian “ bersifat umum, bukan ditujukan khusus untuk orang Islam saja, melainkan semuanya.
Di sinilah letak nilai keluwesan dan universal shalat, orang yang rajin shalat harus bisa menebarkan benih-benih kedamaian, keindahan, kesejukan dan keramah-taman di sekitarnya. Itulah nilai spritual dan ketinggian derajat seorang yang ahli ibadah kepada Allah dan masih mau membagi ke sesama makhluk. Menoleh ke kanan dan ke kiri dengan ucapan salam melambangkan ikrar di hadapan Allah setelah beraudiensi dengan-Nya, bahwa kemanapun pergi harus senantiasa menebar salam (kedamaian), rahmat (kasih sayang ), dan barakah (tambahan kebaikan) untuk siapapun dan bahkan untuk apapun, sesuai dengan misi Rasulullah Saw.
Di sinilah kehebatannya Shalat, Allah memerintahkan kepada setiapmukmin agar shalatnya khusyu’ dan thumakninah, kedua kondisi tersebut membuat seseorang menjadi sangat santai rileks dan nyaman. Sehingga setiap bacaan dan gerakan shalat bisa menjadi sebuah “mantra” yang hebat dalam mensugesti diri. Bacaan shalat akan direkam oleh alam bawah sadar atau jiwa bagian yang dalam, lalu memerintahkan ketubuh, pikiran, hati untuk mengamalkan semua sugesti bacaan shalat tersebut dalam bentuk prilaku sehari-hari.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber Tulisan dan photo: https://m.facebook.com/photo.php?fbid=425196744288017&id=100003930843234&set=a.383467165127642.1073741829.100003930843234

No comments:

Post a Comment