Monday, 6 March 2017

KISAH PEMUDA PENJUAL PARFUM TANPA KAKI

Kita tidak bisa memilih terlahir dengan anggota tubuh sempurna atau terlahir dengan anggota tubuh tidak lengkap. Tapi Tuhan memberikan pilihan kepada kita, apakah kita hanya akan meratapi diri atau berjuang untuk merubah hidup.
Eman sedang menawarkan Parfumnya
Dok. Pribadi

Eman (32), seorang pemuda berkebutuhan khusus asal cimaragas, kabupaten ciamis, tidak mau menyerah dan pasrah dengan kondisi yang dimilikinya. Walaupun Eman tidak mempunyai kaki, serta jemari tangan yang utuh. Tapi tekad untuk berjuang dan merubah nasibnya patut kita acungi jempol. Sehari-hari Eman menjajakan parfum botol kecil disekitar pasar Banjar atau Ciamis.

Dengan hanya bermodal sebuah tas kecil berisi parfum, dan tangan yang dibungkus sandal untuk berjalan, Eman tidak kenal lelah menawarkan barang dagangan kepada setiap orang yang ditemuinya. Berdasarkan penuturannya, baru sekitar tiga minggu ini dia berjualan sendiri. Tadinya Eman ikut temannya berjualan kaos di sebuah kios di pasar ciamis selama beberapa tahun. Sadar bahwa pendapatannya minim, akhirnya dia memberanikan diri untuk berjualan sendiri. Walaupun dengan resiko yang sebetulnya besar, karena seringnya dia berjalan di jalan raya dan rentan tertabrak kendaraan.
Dok, Pribadi

Eman menuturkan, bahwa latar belakangnya berwirausaha karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dipekerjakan di sebuah pabrik ataupun perusahaan. Dengan anggota tubuh yang (maaf) kurang lengkap, menurut Eman, potensi dirinya diterima bekerja sangat minim sekali, kalau tidak mau dikatakan nol. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk berjualan parfum kemasan botol kecil. Alasannya, modalnya minim dan tidak terlalu berat serta mudah dibawa kemana saja dengan tas kecil yang ditentengnya.

Seperti wangi parfum yang dijualnya, Eman ikut menginspirasi setiap orang yang membelinya. Bahwa Hidup ini adalah sebuah perjuangan dan selalu penuh dengan tantangan. Adapun keterbatasan yang dihadapi, bukan menjadi halangan atau malah menjadi sebuah alasan untuk berdiam diri. Menurut Eman jadikan keterbatasan itu sebuah pemicu untuk kita berbuat sesuatu yang bermanfaat.

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q.S Ar - Ra'd : 11)

Friday, 3 March 2017

CARA BERJUALAN DI INSTAGRAM UNTUK PEMULA

Sumber : CTV NEWS

Instagram sekarang menjadi tren baru dikalangan pemakai sosial media di indonesia. Patut kita ketahui, Indonesia adalah pemakai instagram terbesar ketiga di dunia. Akan sayang sekali kalau misalkan sosial media yang satu ini tidak kita manfaatkan untuk berjualan. Karena dengan jumlah pengguna instagram yang berjumlah jutaan di sana, itu merupakan sebuah market alias pasar potensial.

Nah, untuk itu sekarang saya akan membahas mengenai cara berjualan di instagram.

1. Membuat akun instagram
Sumber : portalsosial.com
Kita harus mempunyai terlebih dahulu akun instagram. Cara membuatnya pun tidak sulit, anda tinggal mendaftar dengan nomor handphone atau email anda.

2. Buat user id yang mudah dicari.
Sumber : Pinterest
Tujuan membuat user id yang mudah dicari agar calon pembeli bisa dengan mudah mencari toko yang menjual kebutuhannya. Misal buyer mencari produk hijab, maka anda tinggal membuat id Grosir.Hijab, dll.

3. Beri Keterangan Profile Kamu
Sumber : ig motif batik sasirangan
Isi Profil kamu dengan keterangan barang yang kamu jual. Misal kamu jual kaos, ya isi dengan "menjual kaos distro trendi. Hubungi nomor ini."

4. Upload Foto Produk yang menarik.
Sumber Fanpage : Karimake Store

Dimana-mana yang namanya menjual online, pasti membutuhkan foto produk yang menarik agar calon pembeli tertarik. Caranya sudah kita bahas di artikel sebelumnya.

5. Buat keterangan produk.
Sumber : Wikihow
Isi keterangan dengan info seputar produk yang kamu jual. Misal kamu jualan kaos, isi dengan spesifikasi bahan, ukuran serta harga. Agar calon pembeli tidak banyak bertanya mengenai info produk.

6. Pakai Hashtag (atau tanda pagar #)
Untuk anda yang baru memulai, perlu dicatat penggunaan hashtag ini sangat efektif dalam berjualan. Misal kamu jualan produk herbal, kamu tinggal mengetik hashtag #produkherbal atau #jualprodukherbal. Jangan lupa ikuti tren hashtag saat ini, agar produk kami bisa berada di top search instagram.

7. Ikuti orang-orang yang mengikuti akun-akun yang sesuai dengan target Produk kamu.
Misal kamu jualan hijab, follow orang-orang yang mengikuti semisal info muslimah, info islam, dan lebih khususnya lagi gendernya wanita. Karena gak mungkin kan Laki pakai Hijab. Cucok dong. 

8. Giring Calon Pembeli kamu ke Aplikasi Chat.
Tujuannya menggiring pembeli ke aplikasi chatting semisal Bbm, Line atau whatsapp. Agar calon pembeli potensial kamu, bisa kamu prospek lagi di lain hari. Kalau pada kesempatan pertama mereka tidak jadi membeli.

Nah, itulah tadi cara berjualan di instagram untuk pemula supaya jualannya laris dan efektif. Nantikan artikel berikutnya ya, supaya jualan-mu di ig makin laris.

5 CARA MUDAH DAN EFEKTIF BERJUALAN DI FACEBOOK

Sumber : Underconsideration.com
Seperti kita ketahui, bisnis online sekarang sudah semakin menjamur dan menjadi trend di era digital ini. Nah untuk kamu semua yang baru atau mau memulai bisnis online. Simak yuk tips berbisnis online di Facebook :

1. Buat Akun Facebook.
Ya tentunya teman-teman sudah tahu untuk berjualan di FB musti punya akun facebook. Terserah sih mau jualan di facebook pribadi ataupun facebook Toko Online shop kamu. Yg pasti kamu jualan.

2. Pasang Nama dan Foto Profil sesuai dengan Produk yang Dijual.
Usahakan Nama jangan dibikin ribet, apalagi mengandung nama Alay yang Panjang. Itu membuat calon buyer sakit mata bacanya (becanda) . Dan membuat calon pembeli meragukan penjualnya.
Yakinkan calon pembeli potensial kamu dengan menggunakan Nama yang sesuai KTP, atau sesuai dengan produk yang dijual. Misal Grosir Kaos Distro, dan Foto Profilnya Kaos Distro Keren. Itu pasti akan membuat calon pembeli lebih yakin dengan kamu.

2. Tambahkan Teman yang Tertarget.
Usahakan untuk menambah teman yang sesuai target pasar produk kita. Misal pembaca menjual hijab, ya carilah pengguna facebook yang menggunakan hijab, spesifiknya wanita, muslimah dan berhijab. Jangan sampai mentarget orang yang salah, misal Pria dan bergaya metal. Yakin deh, gak bakalan laris. 

3. Tambahkan Foto Produk.
Upload foto produk yang anda jual, disertai dengan status yang menarik. Misal "Hijabnya cantik-cantik nih sista, cuma ada disini lho. Harganya juga cukup terjangkau, dll. Jika berminat silahkan hubungi".

4. Foto Produk yang Menggoda.
Usahakan foto produk anda menarik dan menggoda calon pembeli sehingga mereka tertarik untuk membeli produk kita. Usahakan memakai model, bayar lebih tidak apa-apa yang penting foto produk anda menarik.
Jika tidak mempunyai anggaran untuk menyewa photographer dan modelnya. Bisa juga dengan menggunakan kamera handphone anda, tapi dengan catatan latar belakang foto harus menarik dan diambil dari angle yang bagus.

5. Buatlah Status yang Tanpa disadari Calon Pembeli kalau Kita Jualan.
Patut diketahui, dalam memposting status pun kita jangan sering-sering memposting jualan kita secara massive karena akan membuat calon pembeli di daftar teman kita menjadi risih. Solusinya buatlah status menarik yang membuat calon pembeli tanpa sadar membaca status jualan kita.
Misal : "Duh tetangga Gue ngeluh mulu tiap hari kalau dia tu punya kulit yang sensitif. Bentar-bentar jerawatan, gak lama bisulan. Apa Gue tawarin aja ya Produk kosmetik yang sering Gue pake dan Gue jual? Kira-kira dia tertarik gak ya sama kosmetik yang Gue pake? Menurut kamu gimana?"
Buat si Pembeli bertanya-tanya tentang produk yang kita jual seperti status tadi. Dan lihat hasilnya.

Nah, itu tadi cara mudah berjualan di facebook untuk pemula. Silahkan dicoba ya.

Wednesday, 1 March 2017

4 MANFAAT BERHIJAB BERDASARKAN PENELITIAN MEDIS

sumber : tribunnews.com
Selain Hijab digunakan untuk identitas muslimah dan menutup aurat. Ternyata Hijab juga bermanfaat berdasarkan penelitian medis. Berikut 4 manfaat berhijab berdasarkan penelitian medis :

1. MEMPERLAMBAT PENUAAN DINI.
Proses penuaan adalah kondisi alamiah yang dialami setiap orang termasuk wanita. Kondisi ini juga bisa disebabkan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat, proses penuaan pada seseorang juga bisa disebabkan terkena paparan sinar matahari secara langsung. Paparan sinar matahari ternyata dapat merangsang keluarnya sel-sel melanin dalam kulit dan menyebabkan rusaknya jaringan elastin dan kolagen pada kulit.

Bila hal itu terjadi, maka kulit menjadi tidak lentur lagi, yang berakibat timbulah keriput pada kulit sebagai gejala awal penuaan dini pada seseorang. Dengan berhijab, wanita akan lebih terlindungi dari paparan sinar UV matahari secara langsung bila dibandingkan memakai cream pelindung kulit atau sejenisnya, juga dapat menjaga memutihkan wajah dan kulit anda.

2. HIJAB DAPAT MENJAGA KESEHATAN RAMBUT WANITA
Rambut wanita yang berhijab, kesehatannya akan lebih terjaga, hal ini disebabkan hijab yang dipakai akan melindungi rambut dari sinar matahari secara langsung, radikal bebas, polusi dan debu yang dapat merusak rambut. Salah satu solusi para wanita dalam menjaga dan memilihara kesehatan rambut dari berbagai kerusakan ataupun ketombe adalah dengan menggunakan hijab.

3. HIJAB DAPAT MENCEGAH TERJADINYA KANKER KULIT

Kanker kulit adalah penyakit yang terbentuk akibat adanya ketidakstabilan sel kulit yang bisa dipicu oleh beberapa hal seperti zat kimia, radikal bebas dan paparan ultra violet sinar matahari. Kulit wanita memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan kulit pada seorang pria. Sinar Ultra Violet (UV) matahari dapat merusak dan membunuh DNA pada sel kulit dan merubahnya menjadi sel tumor pemicu kanker kulit. Untuk itu dengan memakai hijab yang sesuai ketentuan seorang wanita akan lebih terlindungi dari timbulnya sel kanker kulit.

4. RADANG KULIT BAGIAN LUAR (SOLAR)

Radang kulit bagian luar merupakan kondisi kulit yang terlihat bersisik dan kasar akibat terkena paparan Ultra Violet (UV) sinar matahari. Bila hal ini dibiarkan terus menerus, kondisi tersebut dapat mengarah pada timbulnya sel kanker. Dengan memakai hijab, semua bagian tubuh wanita akan terlindungi dari paparan UV sinar matahari terutama terhadap terjadinya radang kulit bagian luar (Solar Keratoses).

Nah, itu tadi adalah sedikit penjelasan mengenai manfaat hijab bagi kesehatan wanita, semoga artikel kesehatan ini bisa sedikit memberi pencerahan khususnya bagi para wanita yang memakai hijab agar tidak ragu dan tidak takut lagi untuk menjalaninya. Selain hijab merupakan keharusan untuk wanita muslimah dan cara hidup islam, secara fakta ternyata hijab juga telah terbukti secara ilmiah dan medis dalam hal memberikan manfaat kesehatan pada setiap pemakainya.


Sumber : Dream.co.id

Wednesday, 29 June 2016

Menanti Kedatanganmu

6 bulan sudah kamu dalam kandungan ibumu, tempat dimana kamu merasakan keamanan, kenyamanan dan kasih sayang bukan hanya dari Ibumu, tapi juga dari Penciptamu.
Setiap hari aku melihat ibumu mengelus perutnya, yang tiap hari makin membesar seiring tumbuh kembangmu didalam kandungannya. Bukan hanya mengelus perutnya saja, tapi dia juga berdoa yang terbaik untukmu.
Nak, andai kamu bisa melihat itu semua. Kamu pasti akan mengerti betapa ibumu menyayangimu, lebih daripada dirinya sendiri. Lebih daripada menyayangi suaminya sendiri, iya Bapakmu ini lho. :)
Nak, selama kamu berada dalam kandungan ibumu. Hanya doa yang bisa kami berdua panjatkan. Untuk kesehatanmu, untuk tumbuh kembangmu, untuk kebahagiaanmu.
Nak, andai kamu bisa mendengarkan kami yang kelak akan menjadi orangtuamu. Tolong, sampaikan kepada Sang Pencipta, semoga kelak nanti kami bisa menjadi orangtua yang bisa melindungimu, menyayangimu, membahagiakanmu, dan mampu memenuhi kebutuhanmu.
Nak, ketika nanti kamu keluar dari perut ibumu. Jadilah anak yang kuat, hadapi dunia ini. Jadilah anak yang senantiasa bersyukur akan nikmat yang diberikan kepadamu. Jadilah anak yang berbakti kepada orangtuamu, terutama kepada Ibumu.
Sing cager, bager, pinter, bener.
Rabbii hablii minas shaalihiin.
Rabbii hablii milla dunka, dzurriyatan innaka samii 'ud du'aa. Aaamiiin..
Dari kami yang mencintaimu.
Mama Ayu & Papap Nanda
-----------------------------------------------------------------------------
Banjar, 25 Ramadhan 1437 H / 29 Juli 2016

Tuesday, 10 May 2016

Melawan Kedzaliman Verbal (Ucapan)

Dewasa ini, kita seringkali melihat kedzaliman dalam bentuk fisik maupun verbal menimpa orang-orang di sekitar kita. Kekerasan (baca: kedzaliman) fisik maupun verbal sudah menjadi hal umum di era ini. Lantas apa yang sudah kita perbuat?

Jujur saja, saya (baca: penulis) merupakan salah satu korban tindakan bullying (penghinan) yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dimulai sejak masuk Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar berbasis Agama), seringkali saya dihina karena kondisi tubuh saya yang tinggi kurus, masuk Madrasah Tsanawiyah (SMP berbasis Agama) pun sama saja, walaupun saya bersekolah yang berbasis agama tidak menghindarkan diri saya dari perilaku bullying. Sampai masuk SMA Umum pun sama saja. Masih mending ketika masuk Universitas, hal-hal seperti itu menjadi minim, mungkin karena perbedaan kultur dan persamaan karena sama-sama anak rantau.

Ketika mengadu ke orangtua pun perihal bullying (baca: kedzaliman) yang saya terima, saya sama sekali tidak mendapat pembelaan. Yang ada malah disuruh bersabar dan berdiam diri, orangtua saya seringkali mengingatkan: "Biarkan mereka seperti itu, yang penting kita tidak melakukan hal seperti itu".

Dulu, duluuuu sekali sewaktu masih kecil. Saya masih bisa menerima nasihat seperti itu. Tapi ketika saya sudah beranjak dewasa, terlebih akan menjadi seorang ayah bagi anak yang masih dalam kandungan istri, (didorong naluri sebagai Bapak) jiwa dalam hati saya berontak dan melawan pada ketidak-adilan dan perilaku tidak terpuji itu, yang kalau didasarkan pada norma kemanusiaan, itu sudah termasuk merampas Hak Asasi Manusia (Humanity). Bahkan dalam dasar negara (pancasila) tepatnya dalam sila kedua yang berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab", hak-hak kita sebagai manusia dijunjung tinggi, dan ditempatkan setelah sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa ("Believe in God" merujuk pada pidato Presiden Soekarno). Dalam ranah dogma (baca: agama) pun demikian, hal seperti itu juga dikecam oleh Tuhan, dan mendapat tempatnya tersendiri didalam kitab suci:

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (QS. Al-Humazah: 1)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (Al-Ĥujurāt:11)

Untuk memberantas tindakan/perilaku bullying ini rasanya tidak akan pernah selesai sampai kita mati-pun. Karena itu merupakan qudrat-iradat dari Tuhan yang menciptakan sesuatu berpasang-pasangan. Seperti baik-jahat, siang malam, kiri-kanan, pria-wanita, dll.

Tapi, alangkah baiknya kita sadar akan hak-hak kita sebagai manusia yang jelas-jelas dilindungi oleh undang-undang oleh negara, juga oleh dogma (agama) yaitu, mendapatkan panggilan yang baik serta tidak merendahkan satu sama lain karena hak kita sebagai manusia sama.

Memberantas prilaku bullying mungkin sampai kiamat pun tidak akan hilang, kalaupun kita punya tekad seperti itu, artinya kita sama dengan menantang qudrat-iradat Tuhan. Analogikan saja bullying itu sebagai rumput liar, sesering apapun kita memotongnya atau bahkan sampai mencabut akarnya, rumput-rumput itu tetap tumbuh. Yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir rumput liar itu tumbuh kembali, ya dengan cara memotong rumput itu sesering mungkin.

Satu contoh lagi, tugas polisi (katanya) memberantas kejahatan. Menurut saya tidak, tugas polisi itu meminimalisir kejahatan. Sebagaimana pun seringnya polisi menangkap penjahat, dari penjahat kelas teri sampai kelas kakap. Kejahatan itu tetap ada, malah semakin meningkat.

Bagaimana caranya polisi meminimalisir angka kejahatan dan supaya masyarakat sadar akan bahayanya kejahatan dilingkungannya? Caranya dengan bekerja sama dengan masyarakat dengan program siskamling (sistem keamanan keliling) yang dilaksanakan secara bergiliran oleh masyarakat.

Untuk meminimalisir kejahatan saja polisi bekerja sama dengan masyarakat, tidak bisa bekerja sendiri. Seringkali polisi melakukan penyuluhan/seminar kepada masyarakat baik secara langsung atau melalui media cetak maupun digital.

Tapi sekarang ini seringkali masyarakat abai terhadap kejahatan secara verbal, kita berfokus kejahatan terhadap seseorang itu hanya sebatas fisik. Padahal kejahatan secara verbal sama bahayanya dengan kejahatan secara fisik. Tidak percaya? Tinjau berapa banyak berita, data korban dan dampaknya terhadap psikis korban, beberapa diantaranya melalui situs ini:

1. http://antibullyingindonesia.org/media/berita.html
2. http://psychology.binus.ac.id/2015/09/20/6924/

Masih belum cukup datanya? Silahkan anda cari di mesin pencari Google.com dengan keyword : "kasus bullying, data dan korban bullying. Disitu banyak sekali berita tentang bullying (baca: kedzaliman) serta dampaknya terhadap korban. Tapi sesering itu pula kita acuh.

Fakta menunjukkan, bullying berdampak secara fisik, psikis, dan sosial terhadap korban. Bullying juga mengakibatkan dampak fisik, seperti kehilangan selera makan dan migrain. Korban juga rentan menjadi pencemas hingga mengalami depresi dan menarik diri dari pergaulan. Dalam tingkatan yang lebih ekstrem, korban bahkan ada yang sampai Bunuh Diri.

Tipe bully secara verbal biasanya bertujuan untuk merendahkan harga diri korbannya, misalnya dengan mengatakan dia jelek, atau atribut fisik lainnya yang mungkin saja dimiliki oleh korban tersebut dan membuat dia menjadi “aneh” di lingkungannya. Verbal bully ini sangat sulit untuk diketahui tanda-tandanya karena tidak ada tanda fisik yang terlihat. Akan tetapi, bullying verbal itu lebih mengena kepada sisi psikologis yang bisa dingat oleh seseorang seumur hidupnya.

Bullying secara verbal sangat gampang ditemui dan terjadi dimana-mana. Seperti tindakan memaki, mengejek, menggosip, membodohkan dan mengkerdilkan. Baik itu dalam konteks disengaja ataupun tidak. Baik dilakukan dalam konteks bercanda atau pun serius.

Bullying verbal bisa terjadi baik di lingkungan keluarga, pergaulan, bahkan yang lebih parah adalah di lingkungan pendidikan. Verbal abuse, terjadi ketika orangtua, pengasuh atau lingkungan disekitarnya sering melontarkan kata-kata yang merendahkan, memojokkan, meremehkan, atau mencap anak dengan label negatif, yang membuat semua hinaan tersebut mengkristal dalam diri anak.

Setelah dampak tersebut mengkristal dalam diri sang anak, maka rasa percaya diri yang dimiliki sang anak akan relatif rendah dan juga akan mempengaruhi aspek-aspek kehidupannya baik kehidupan pribadi ataupun kehidupan sosialnya kelak. Terkadang, orangtua tanpa sadar juga sering melakukan bullying verbal kepada anaknya. Seperti mengejek atau memaki anak dengan mengatakan kalimat yang membuat anak drop.

Alih-alih anak akan terpacu untuk baik, malah bisa jadi si anak bisa jadi tidak percaya diri. Sejumlah penelitian mengatakan bahwa kekerasan verbal tersebut akan berdampak negatif, khususnya pada mental sang anak. Salah satu ciri khusus pada anak yang menjadi korban verbal abuse, adalah mereka mempunyai tingkat self-confidence yang relatif rendah. Hal itu disebabkan karena para pelaku verbal abuse secara terus menerus menghina, mengancam, dan berkata tidak pantas pada korban, atau para pelaku tidak pernah dan tidak mau mengakui kelebihan (baik fisik maupun non-fisik) yang dimiliki oleh sang korban, sehingga mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, dan hilangnya kemampuan untuk bertindak.

Kekerasan verbal seringkali dianggap remeh, selain karena dampaknya tidak terlihat secara fisik, orang-orang yang melakukannya pun seringkali tidak sadar telah melakukan kekerasan verbal. Padahal, kekerasan verbal dapat menimbulkan dampak buruk yang cukup besar terhadap kesehatan mental dan perkembangan psikologis seseorang.

Kekerasan verbal bahkan memiliki dampak yang lebih besar dan buruk dibandingkan dengan kekerasan fisik, karena sifatnya yang tersembunyi dan melukai aspek mental dan psikologis seseorang, yang lebih sulit disembuhkan daripada luka fisik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah, orang yang mengalami kekerasan verbal seringkali tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban, sehingga mereka merasa bahwa semua hal-hal buruk yang dikatakan terhadap mereka adalah benar, dan merekalah yang salah. Mereka juga mulai percaya bahwa semua hal buruk yang terjadi kepada mereka adalah sepenuhnya karena kesalahan mereka. Ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi dengan kepercayaan diri dan konsep diri yang rendah.

Masih belum sadar akan bahaya bullying secara verbal? Kita seringkali sebetulnya melihat tindakan bullying di keseharian kita, tapi kita hanya melakukan pembiaran. Hanya rame dan menjadi bahan pembicaraan ketika tindakan itu sudah dilaporkan ke pihak berwajib, ataupun ketika si korban sudah depresi (masih untung tidak sampai bunuh diri).

Jadi, masihkah kita hanya berdiam diri dan membiarkan perilaku bullying terjadi di hadapan kita? Itu sama saja dengan membiarkan rumput liar bertambah banyak dengan tidak memotongnya.

Minimal yang harus kita lakukan adalah memproteksi diri sendiri, lalu keluarga, kemudian lingkungan masyarakat, baru kemudian internasional. Kita seringkali mengkecam aksi perilaku penindasan di negeri-negeri yang sedang berperang. Sementara kita tidak sadar, kita juga sedang menghadapi perang melawan kedzaliman secara verbal yang menimpa kita, keluarga kita ataupun lingkungan serta negara kita. Jangan hanya terfokus keluar saja, perhatikan diri sendiri, apakah sudah menjadi korban kejahatan kemanusiaan, atau jangan-jangan mungkin secara tidak sadar kita sendiri sudah menjadi pelaku kejahatan kemanusiaan, dengan melakukan kejahatan secara verbal?

Penulis mengajak, menghimbau serta meminta kepada pembaca blog ini (entah penulis sendiri, keluarga, sahabat ataupun yang tidak kenal dengan penulis) untuk memproteksi diri, kemudian keluarga dan lingkungannya. Jangan sampai ada korban-korban bullying (baca: kedzaliman), yang berdampak kepada psikis korban tsb. Minimal, pelaku bullying itu diingatkan, jangan sampai pelaku berbuat lebih jauh melebihi batas-batas kemanusiaan. Baik itu pelakunya merupakan diri sendiri (penulis), orangtua, anak, saudara, ataupun masyarakat.

Kita tidak bisa membuat kejahatan atau kedzaliman hilang dari muka bumi ini. Tapi kita bisa menyadarkan kepada setiap manusia, bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Rasul menjelaskan dalam sebuah hadits bahwa:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (H.R Muslim)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber:
1. Pengalaman pribadi.
2. Al-Qur'an
3. Hadits
4. http://antibullyingindonesia.org/media/berita.html
5. http://psychology.binus.ac.Hidayat/2015/09/20/6924/

Sunday, 8 May 2016

Manifestasi Wujud Tuhan di Dunia.

Kedudukan orangtua itu derajatnya tinggi didunia ini, malah saking tingginya kedudukan orangtua, Allah SWT berfirman:
"Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak". (Al-An’am 151).
Bahkan kedudukan orangtua didalam Al-Quran senantiasa beriringan dengan perintah Allah untuk tidak menyekutukan-Nya. Seperti dalam firman Allah:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”, (Q.S An Nisaa’ :36)
“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”. (Q.S Al An’aam, 6:151)
Dalam hadis juga kedudukan orangtua mendapat tempatnya sendiri dari Rasul:
عَنْ عَبْدُ الله بن عَمْرٍو رضي الله عنهما قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: رِضَى اللهُ فى رِضَى الوَالِدَيْنِ و سَخَطُ الله فى سَخَطُ الوَالِدَيْنِ ( اخرجه الترمذي وصححه ابن حبان والحاكم)
Artinya: dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a. ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “ Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. ( H.R.A t-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)[1]
عَنْ اَبِي هُرَيرَةَ رضي الله عنه قال جَاءَ رَجُلٌ الى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم فقال يَا رسولَ الله مَنْ اَحَقًّ النّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قال: اُمُّك قال: ثُمَّ مَنْ؟ قال: ثُمَّ اُمُّك قال: ثم من؟ قال :ثم امُّك قال: ثم من؟ قال : ثم اَبُوْكَ (اخرجه البخاري)
Artinya: dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: “ Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: “ Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik?” Rasulullah menjawab : “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “ Ibumu!”, lalu siapa? Rasulullah menjawab: “Ibumu!”. Sekali lagi orang itu bertanya: kemudian siapa? Rasulullah menjawab: “ Bapakmu!”(H.R.Bukhari).[2]
Bahkan ketika orangtua kita sendiri kafir (non-muslim), kewajiban kita berbakti kepada kedua orangtua kita pun penting, seperti tersebut dalam firman-Nya:
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S Lukman :15)
Lebih jauh lagi, kedudukan ibu derajatnya lebih tinggi. Allah pun berfirman:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (Q.S Luqman, 31:14)
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S Al Ahqaaf, 46:15)
Bahkan Allah berfirman kepada Musa A.S mengenai pentingnya berbakti dan mentaati orangtua melebihi ketaatan kepada Allah.
Firman Allah kepada Musa as:
"Yaa musa, innahu man barro walidaihi wa 'aqqanii katabtuhu birro, wa man 'aqqa waa lidaihi wa barro nii katabtuhu 'aaqqa"
Artinya: "Wahai Musa, bahwasanya orang yg taat kepada kedua orangtuanya dan mendurhakai-Ku, maka Aku menulisnya sebagai orang yang taat. Dan siapa yang mendurhakai kedua orangtuanya dan taat kepada-Ku maka Aku menulisnya sebagai orang yang durhaka". (Kitab Ihya 'Ulumudin, Penulis Imam Al-Ghazali, Hal. 175).
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa’, 17:24)
Ketika orangtua sudah sepuh (tua), Allah menekankan pentingnya mengurus keduanya.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)
Ada sekian banyak ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang pentingnya berbakti dan taat kepada kedua orangtua. Itu menunjukkan bahwa orangtua itu merupakan manifestasi wujud Tuhan di dunia ini bagi kita sebagai anak yang keluar dari rahim ibu kita, yang berasal dari air mani yang dikeluarkan bapak kita.
Salah satu bentuk rahman (pengasih) rahim (penyayangnya) Tuhan terhadap kita, Tuhan menitipkan rahman rahim-Nya melalui kedua orangtua kita. Bapa-ibu yang tiada lelah mengasihi dan menyayangi kita, dari semenjak kita lahir sampai beranjak dewasa. Tidak terhitung berapa banyak pengorbanan yang dilakukan oleh orangtua kita guna mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, tempat tinggal, dll yang tidak terhitung besarnya.
Apakah setelah kita dewasa, lantas kita berhak meninggalkan dan tidak mengurus kedua orangtua kita? Tidak, kita tetap harus mengurus dan taat kepada keduanya.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)
Ditelaah dari ayat-ayat yang sudah saya sampaikan diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa. Berbakti kepada kedua orangtua, sama halnya berbakti kepada Tuhan. Tak ayal, saya sampai menyebutkan bahwa orangtua itu merupakan manifestasi wujud Tuhan didunia ini, yang wajib kita sembah, hormati, dan diperlakukan dengan baik.
Mengambil peribahasa sunda:
Ulah nuduh kanu jauh, ulah nyawang kanu anggang. Nu caket gera raketan, nu deket gera deuheusan.
Mencari Rahman (kasih) dan Rahim (sayang)-nya Tuhan itu tidak perlu jauh-jauh, Allah telah menunjukkan itu semua pada diri kedua orangtua kita. Tinggal kita mampu membaca ('iqra) hal-hal disekitar kita.
Untuk menutup tulisan ini, ada sebuah riwayat yang diceritakan Rasulullah SAW, mengenai 3 orang yang terjebak dalam gua, kemudian berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal saleh yang mereka lakukan agar Allah berkenan menolong mereka dari gua yang tertutupi batu-batu.
Salah satu orang dari mereka menyebutkan bahwa amal shalehnya ialah “aku memiliki orang tua yang telah usia lanjut, dan aku selalu mendahulukan kepentingan mereka dibandingkan keluarga dan hartaku, aku biasanya membawakan minuman (susu) bagi mereka dan tidak membiarkan siapapun meminumnya kecuali setelah mereka minum. Apabila ini merupakan merupakan amal shaleh yang mengharap ridha-Mu maka keluarkanlah kami dari gua ini."
Setelah setiap orang menceritakan amal shalehnya maka akhirnya pintu gua yang tertutupi bebatuan akhirnya terbuka dan mereka akhirnya keluar dengan selamat.
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Q.S Nuh, 71:28)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------