Wednesday, 19 June 2013

Sepakbola dalam Kehidupan

20 Juni 2013

Jam 5 shubuh, aku bangun dan bergegas menunaikan shalat. Setelah menyelesaikan kewajiban, kemudian aku ke ruang tengah, menyalakan TV. Ku pencet beberapa kali remote yang ku pegang, mencari-cari acara yang aku rasa bagus.

Pencarian ku hentikan setelah sebuah stasiun TV swasta menyiarkan pertandingan Piala Konfederasi, ku rebahkan badanku diatas sofa dan mulai menonton pertandingan ini.

Pertandingan kali ini mempertemukan antara tim Italia melawan tim Jepang. Pertandingan yang sangat menegangkan, sepanjang pertandingan kedua tim saling membalas Gol ke gawang. Sampai akhirnya, Italia dinyatakan menang di menit-menit akhir pertandingan

Yang menarik adalah hasil pertandingan ini tidak sesuai dugaan, serta proses jalannya pertandingan diluar harapan. Pertandingan antara kedua tim ini sangat menarik, karena Jepang yang tadinya dianggap sebagai tim under dog atau tidak diunggulkan, malah bermain lebih menarik dan jauh lebih unggul dalam hal permainan dibandingkan Italia yang jauh lebih dijagokan oleh para pengamat sepakbola. Akan tetapi hasil akhir memihak Italia, walaupun Jepang lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Berulang kali Jepang mengungguli Italia dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Italia dibuat kelabakan, Jepang beberapa kali hampir menciptakan gol. Dan akhirnya, gawang Italia pun kebobolan 2 gol melalui penalti Keisuke Honda dan Shinji Kagawa di babak pertama. Sampai akhir babak pertama, Italia tak mampu membalasnya.

Babak kedua dimulai, kali ini di menit-menit awal Jepang kebobolan oleh gol bunuh diri pemainnya sendiri, selang beberapa menit kemudian Danielle De Rossi mampu menyamakan kedudukan menjadi seri 2-2 melalui sundulan kepalanya. Pemain Italia bersorak kegirangan, sementara pemain Jepang masih setengah tidak percaya dengan keberhasilan Italia menyamakan kedudukan.

Laga dimulai kembali, kali ini Jepang kembali menguasai bola dan terus menyerang sementara Italia tetap bertahan dan menunggu sebuah momen untuk menyerang balik. Tepat ketika serangan Jepang mentok, Italia menyerang balik Jepang. Sebuah serangan balik yang membuat pemain Jepang melakukan hands ball, sehingga Italia mendapatkan tendangan penalti. Balotelli maju dan berhasil menceploskan bola ke arah kiri. Kedudukan berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Italia.

Jepang semakin membabi buta dalam melakukan serangan. Beberapa kali tendangan pemain Jepang membentur mistar dan tihang gawang atau bahkan di tahan oleh kiper. Jepang semakin menekan, pemain Italia dibuat kerepotan sampai membuat pelanggaran diluar kotak penalti. Jepang mendapatkan tendangan bebas, Endo menendang bola ke arah kotak penalti lawan. Tanpa ampun Shinji Okazaki menghujamkan bola ke gawang Italia melalui sundulan kepalanya. Kedudukan 3-3.

Pertandingan dimulai kembali, Jepang kembali berusaha menekan Italia. Beberapa kali peluang Jepang gagal digagalkan pertahanan Italia. Dan tepat ketika Jepang melakukan kesalahan ketika menyerang, akhirnya Italia berhasil membobol gawang Jepang melalui tendangan Giovinco hasil dari umpan Marchisio yang memanfaatkan kelengahan pemain Jepang.

Kedudukan 4-3 bertahan sampai akhir pertandingan.

Sama seperti pertandingan diatas. Kadangkala dalam kehidupan pun kita mengalami kejadian seperti itu, bahkan sama persis dengan pertandingan itu.

Ketika kita berjuang mati-matian untuk menciptakan peluang untuk mendapatkan sesuatu (baca : tujuan). Akan tetapi hasilnya diluar ekspektasi. Sama seperti tim Jepang yang berusaha mati-matian, menciptakan peluang tetapi hasil akhir menyatakan mereka kalah.

Ada juga individu yang kelihatannya hanya diam menunggu sampai peluang itu datang, dan ketika peluang itu datang dia mampu memanfaatkannya. Ini sama seperti tim Italia yang hanya menunggu serangan balik, dan ketika kesempatan itu datang, mereka tidak mensia-siakannya sama sekali.

Ada yang salah dari kedua tim ini? Tidak ada yang salah sama sekali dari kedua tim ini. Berusaha keras memang suatu hal yang wajib dilakukan, demi menciptakan peluang. Bersabar dan menunggu juga merupakan modal penting untuk mendapatkan peluang.

Tetapi ada satu hal yang membedakan dari kedua tim ini. Yaitu pemanfaatan peluang. Seperti kita ketahui, dalam penciptaan peluang di pertandingan itu Jepang lebih banyak dibandingkan Italia. Tapi dalam hal pemanfaatan peluang Italia, lebih efektif dibandingkan Jepang. Karena mereka lebih siap dan lebih berkonsentrasi untuk memanfaatkan setiap peluang, sementara Jepang tidak siap karena mereka lebih berkonsentrasi pada penciptaan peluang, sementara dalam hal pemanfaatan peluangnya mereka belum siap.

Begitupun juga dalam kehidupan, entah berapa kali kesempatan itu datang kepada kita. Tetapi kita tidak mampu memanfaatkannya, karena kita belum siap. Terlalu fokus pada penciptaan peluang yang lain, sehingga akhirnya peluang yang berada di depan mata kita lewatkan.

Satu hal yang pasti, kita harus mempersiapkan diri. Jadi ketika peluang itu datang, kita mampu memanfaatkannya. Tak peduli seberapa banyak peluang itu datang, kalau peluang itu datang dan kita belum siap. Maka peluang itu hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan.

-----------------------------------------------

Ikuti saya di twitter : @pelucida

No comments:

Post a Comment