Suatu hari, ditengah kesibukan saya berjualan karung di pasar Banjar. Hati saya tiba-tiba tergerak untuk mengunduh file mp3 yang berisi rekaman dari salah satu Penceramah yang kondang dengan sebutan Da'i sejuta umat, yaitu (alm) K.H Zainuddin M.Z.
Seperti biasa, ceramah dari para Da'i adalah membicarakan mengenai seputar masalah keagamaan dan keimanan. Namun, kali ini Beliau membicarakan mengenai kegiatan manusia sehari-hari. Dimulai dari pagi hari sampai keesokan harinya, dan dari sekian lama hidup manusia zaman sekarang hanya dipakai mempersiapkan bekal untuk memuaskan kebutuhan hidupnya. Sampai lupa mempersiapkan bekal kehidupan setelah kematian.
Dewasa ini, seringkali kita melihat banyak sekali salon dan bengkel fisik yang tujuannya untuk merawat fisik/jasad manusia. Diantaranya salon kecantikan untuk wanita, dan tempat kebugaran (gym/fitness) untuk membentuk badan pria maupun wanita agar terlihat segar, kekar dan awet muda. Seperti kita ketahui, tempat-tempat itu merupakan tempat favorit bagi kebanyakan manusia untuk mempercantik fisik/jasad.
Di saat salon dan bengkel fisik dipenuhi oleh manusia yang sibuk mempercantik dan memperkuat fisik, salon dan bengkel hati hanya setengahnya terisi, bahkan mungkin hanya seperempatnya saja. Kita seringkali lupa untuk mempercantik dan memperbaiki hati kita di salon dan bengkel hati. Apakah itu salon dan bengkel hati? Emang ada? Dimana adanya?
Tentu ada, salon dan bengkel hati itu adalah majlis ta'lim, masjid, musholla, ataupun tempat ibadah agama lainnya. Dimana kajian tentang cara memperbaiki hati, akhlak dan perilaku kita agar selaras dengan aturan keagamaan dan kemasyarakatan yang telah ditetapkan oleh agama, adat istiadat maupun pemerintah.
Di salon dan bengkel hati ini pula, kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser-pun untuk mempercantik hati dan akhlak kita. Yang kita perlu siapkan adalah mengosongkan dan mengikhlaskan hati kita. Agar ketika kita diberi siraman ruhani, hati kita mampu menerimanya, sehinggga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lain hal dengan salon dan bengkel fisik. Kita perlu mengeluarkan biaya untuk mempercantik fisik/jasad kita. Sementara salon dan bengkel hati, kita hanya perlu kerelaan, keikhlasan dan keridhaan kita untuk menerima ilmu dari Tuhan.
Disitulah bedanya berdagang dengan makhluk, dan berdagang dengan Khalik. Berdagang dengan makhluk, kita harus mengeluarkan biaya yang jumlahnya bahkan sampai jutaan rupiah. Sementara berdagang dengan Khalik, Khalik tidak mengharapkan biaya sepeser-pun dari makhluk-Nya. Yang diperlukan Khalik dari makhluknya adalah kerelaan, keikhlasan hati dan jiwanya untuk menerima ilmu dari-Nya. Yang pada hakekatnya adalah hati dan jiwa kita sebagai makhluk-Nya adalah titipan dari Sang Khalik alias Sang Pencipta, dan pada akhirnya akan kembali diminta oleh Penciptanya.
Melalui tulisan ini, penulis mengajak diri sendiri maupun pembaca. Supaya tidak hanya memperbaiki fisik/jasad kita saja, tapi hati kita juga. Karena seperti yang disampaikan oleh (alm.) K.H Zainuddin M.Z dalam isi ceramahnya, bahwasanya kalau kita hanya memperbaiki fisik saja, apa bedanya kita dengan mayat hidup.
Karena dengan hati dan jiwalah kita hidup sebagai makhluk yang bisa merasakan kesenangan/kesedihan. Apakah tubuh kita merasakan senang atau sedih? Tidak bukan? Yang merasakan senang atau sedih itu adalah hati kita.
Jadi, perbaikilah hatimu, sebelum memperbaiki jasadmu. Seperti dalam firman-Nya:
"Qad aflaha man zakkaaha"
Artinya: "sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu". (Q.s Ash-Shaam:7)
Seperti yang Tuhan katakan, beruntunglah orang-orang yang mensucikan "zakkaaha" (Jiwa itu), bukan beruntunglah orang-orang yang mensucikan "jassaada" (jasad itu).
Banjar, 20 Februari 2015
No comments:
Post a Comment