Sunday, 22 June 2014

KETAHANAN NASIONAL

Debat Capres kali ini membahas mengenai Hubungan luar negeri dan Ketahanan Nasional. Tapi Saya lebih ingin menyoroti mengenai Ketahanan Nasional.

Salah satu Capres dalam pemaparannya mengatakan: "Cara untuk memperkuat Ketahanan Nasional adalah dengan memperkuat perekonomian Kita untuk menyejahterakan Rakyat. Percuma Kita punya Jet, Tank, Senjata yang bagus, Alutsista yang banyak, dan teknologi yang canggih kalau rakyat tidak sejahtera."

Anda mungkin mengatakan Saya adalah Pendukung Prabowo, dan memang begitu kenyataannya. Tapi mohon maaf, tulisan ini Saya buat, bukan dari sudut pandang Saya sebagai Pendukung Probowo, tetapi dari sudut pandang Saya sebagai Rakyat biasa.

Dan Saya akan membahasnya dari segi ekonomi. Bukan karena Saya seorang Alumnus Fakultas Ekonomi. Karena memang tidak bisa tidak, masalah Ekonomi inilah yang jadi bahasan dari tahun ke tahun, abad ke abad, dst.

Logika Saya sebenarnya sederhana. Sangat sederhana, Saya menganalogikan masalah ketahanan nasional ini dengan masalah ekonomi rumah tangga.

Seperti tadi yang Bung Bowo paparkan adalah: "Kita boleh punya Battle Tank, Jet Fighter. Tapi kalau rakyat tidak sejahtera, percuma saja". Menurut Saya benar, kalau memang mau memperkuat Ketahanan Nasional, ya Sejahterakan Rakyat terlebih dahulu. Karena urusan Ketahanan Nasional, berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat. Kalau rakyat tidak sejahtera, tidak sedikit kemungkinan akan terjadi banyak kasus yang akan mengusik ketahanan nasional. Dan Saya akan menjelaskannya dengan penjelasan sederhana dalam kehidupan rumah tangga.

Mungkin Saya memang belum berkeluarga, tapi mungkin Kita (khususnya yg dari kalangan menengah) pernah melihat Ibu dan Ayah kita agak jelek hubungannya (kalau tidak mau dikatakan cekcok) gara-gara urusan dapur. Biasanya Si Ibu mengeluhkan uang belanjanya kurang, dan mengakibatkan kekurangan pemenuhan pangan yang layak untuk keluarga.

Dari situ dapat diambil kesimpulan, kesejahteraan keluarga itu kurang dan berpotensi mengakibatkan konflik rumah tangga dan dapat berakibat cerainya hubungan Suami-Istri. Dikarenakan kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak sedikit bukan di zaman sekarang banyak keluarga yang bercerai? Dan mayoritas jawaban dari keluarga yang bercerai itu adalah urusan ekonomi yang tidak mencukupi kebutuhan hidup.

Begitu juga untuk urusan negara, kalau rakyat tidak sejahtera alias urusan perutnya tidak terpenuhi. Maka akan berpotensi mengganggu Ketahanan Nasional dan mencerai-beraikan Persatuan Nasional

Perlu Saya garis bawah, yang pertama dipikirkan rakyat itu adalah urusan perut. Kalau harga kebutuhan pokok stabil dan terjangkau, maka Ketahanan Nasional pun akan aman. Karena kalau rakyat sejahtera dan kebutuhan perutnya tercukupi, Saya amat yakin tidak akan terjadi pencurian, penjarahan atau pun perilaku kejahatan lainnya. Karena timbulnya perilaku pencurian atau penjarahan, dikarenakan kurang sejahteranya rakyat untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa, rakyat melakukan tindakan kejahatan untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Dan setiap pencuri itu ditanya: "Kenapa Dia mencuri/menjararah/mencopet?", alasan yang diberikan Si Pencuri kepada Polisi maupun Media Massa biasanya adalah "karena kebutuhan ekonomi", itupun kalau dia memang tidak punya penyakit kebiasaan mencuri alias klepto.

Saya kasih contoh. Timbulnya gejolak Demonstrasi pada tahun 98, lebih besar dikarenakan Negara ini terkena dampak krisis ekonomi global. Harga kebutuhan pokok melambung, sehingga rakyat tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya Demonstrasi terjadi dimana-mana, menuntut penurunan harga, menuntut Pemerintah mundur karena dianggap tidak mampu mengelola ekonomi negara. Penjarahan, pencurian dimana-mana, situasi ini terjadi bukan karena kebetulan. Tapi karena memang kesejahteraan rakyat kurang.

Maka dari itu, Kesejahteraan Rakyat MUTLAK diutamakan. Karena yang berpotensi utama merusak Ketahanan Nasional, bukanlah dari pihak luar. Tapi dari dalam negeri sendiri.

Kalau Bung Bowo mengatakan:  "Percuma kita punya Tank, Jet, Senjata dan Alutsista yang lengkap, kalau rakyat tidak sejahtera". Menurut Saya sama seperti punya pistol bagus, tapi tidak ada pelurunya. Hanya bisa menakut-nakuti saja, tanpa bisa dipakai menembak. Sama saja bohong kan?

Kalau Saya bisa mengatakan: "Percuma isi perabot rumah lengkap, kalau makan masih nasi sama garam". Gak bergizi bukan? Sama seperti negara ini, Sumber Daya Alam lengkap, tapi rakyat tidak mampu dan tidak atau (mungkin) belum diizinkan mengolahnya. Karena apa?

Karena rakyat kita kurang sejahtera, kurang dalam pemenuhan pangan, kurang dalam segi keilmuan. Sementara, dimulainya suatu kegiatan memerlukan energi, energi diperoleh dari makanan, makanan diproses dari bahan makanan yang harganya terjangkau oleh rakyat. Dan itu semua memerlukan perhatian dan campur tangan Pemerintah.

Maka dari itu, untuk memperkuat Ketahanan Nasional dimulai dari menyejahterakan rakyat, dari pemenuhan pangan, pendidikan sampai kesehatan.

SEJAHTERAKAN RAKYAT ITU HARGA MUTLAK UNTUK MENJADI NEGARA YANG KUAT, KUAT DALAM BIDANG EKONOMI, POLITIK DAN SOSIAL SERTA PERTAHANAN NASIONAL.

SELAMATKAN INDONESIA!


Banjar, 22 Juni 2014.

No comments:

Post a Comment