Monday, 6 March 2017

KISAH PEMUDA PENJUAL PARFUM TANPA KAKI

Kita tidak bisa memilih terlahir dengan anggota tubuh sempurna atau terlahir dengan anggota tubuh tidak lengkap. Tapi Tuhan memberikan pilihan kepada kita, apakah kita hanya akan meratapi diri atau berjuang untuk merubah hidup.
Eman sedang menawarkan Parfumnya
Dok. Pribadi

Eman (32), seorang pemuda berkebutuhan khusus asal cimaragas, kabupaten ciamis, tidak mau menyerah dan pasrah dengan kondisi yang dimilikinya. Walaupun Eman tidak mempunyai kaki, serta jemari tangan yang utuh. Tapi tekad untuk berjuang dan merubah nasibnya patut kita acungi jempol. Sehari-hari Eman menjajakan parfum botol kecil disekitar pasar Banjar atau Ciamis.

Dengan hanya bermodal sebuah tas kecil berisi parfum, dan tangan yang dibungkus sandal untuk berjalan, Eman tidak kenal lelah menawarkan barang dagangan kepada setiap orang yang ditemuinya. Berdasarkan penuturannya, baru sekitar tiga minggu ini dia berjualan sendiri. Tadinya Eman ikut temannya berjualan kaos di sebuah kios di pasar ciamis selama beberapa tahun. Sadar bahwa pendapatannya minim, akhirnya dia memberanikan diri untuk berjualan sendiri. Walaupun dengan resiko yang sebetulnya besar, karena seringnya dia berjalan di jalan raya dan rentan tertabrak kendaraan.
Dok, Pribadi

Eman menuturkan, bahwa latar belakangnya berwirausaha karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk dipekerjakan di sebuah pabrik ataupun perusahaan. Dengan anggota tubuh yang (maaf) kurang lengkap, menurut Eman, potensi dirinya diterima bekerja sangat minim sekali, kalau tidak mau dikatakan nol. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk berjualan parfum kemasan botol kecil. Alasannya, modalnya minim dan tidak terlalu berat serta mudah dibawa kemana saja dengan tas kecil yang ditentengnya.

Seperti wangi parfum yang dijualnya, Eman ikut menginspirasi setiap orang yang membelinya. Bahwa Hidup ini adalah sebuah perjuangan dan selalu penuh dengan tantangan. Adapun keterbatasan yang dihadapi, bukan menjadi halangan atau malah menjadi sebuah alasan untuk berdiam diri. Menurut Eman jadikan keterbatasan itu sebuah pemicu untuk kita berbuat sesuatu yang bermanfaat.

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q.S Ar - Ra'd : 11)

No comments:

Post a Comment